Hey, fyi a dog is always a dog..

Saya menulis ini dengan marah..kenapa? Karna lagi-lagi anjing saya dijadikan sasaran kekerasan. Dan atas nama anjing saya, Bento, saya bilang saya benci kekerasan pada binatang!!!

Pasalnya begini…anjing saya masuk kekamar ponakan untuk bersembunyi (ini memang sudah dibiasakan, entah siapa awalnya, tp bento menjadi terbiasa untuk selalu masuk kamar itu). Dan kebetulan saat itu, ponakan saya memang sedang tertidur. Awalnya biasa saja, tapi kok lama2 kakak saya, ponakan saya dan bento jadi sama-sama histeris. Ternyata bento loncat ketempat tidur. Awalnya sodara saya datang dengan sapu mau menakut-nakuti bento. Bento otomatis menggonggong sejadi-jadinya. Kakak saya masuk, dan menyuruh bento turun dan keluar dari kamar sambil memukul bento, ponakan saya histeris sambil nangis ngomong “jangan dipukul anjingnya!!!”, bento histeris karna hampir ketakutan terkena pukulan dikepalanyadan suara keras kakak saya..Yang buat saya lega adalah ponakan saya saking sayangnya, dia melindungi bento sampai akhirnya tangannya yang terkena pukulan ujung gitar kakak saya.

Bagi saya itu pemandangan yg lucu. Kesimpulan saya sih, anak kecil saja takut ngeliat anjing disakiti. Saya sempat tanya ponakan saya kenapa dia mau ngelindungin bento, jawabnya: “iya lah ma ephie, aku aja kena ditangan sakit banget apalagi kena di kepalanya bento..kan kasian..”.

Terkadang manusia lupa bahwa anjing dididik sepintar apapun tetaplah anjing, yang dengan instingnya akan menyalak sejadi2nya ketika disakiti. Terkadang manusia lupa bahwa mereka diberikan otak (yg pastinya lebih baik dari anjing) untuk berfikir dengan sewajarnya tentang sesuatu. Terkadang mereka lupa bahwa anjing yg mereka sakiti akan kembali datang dan menjilat kaki mereka (manusia yg memukulnya) untuk memperlihatkan kesetiaan mereka.

Saya tidak terlalu sempurna dalam merawat bento. Tapi saya tau batas kemarahan saya, akan lucu jika kita menjadi penyiksa binatang dimana kita tau bahwa binatang ya binatang..tingkah laku mereka ya tetap seperti seekor binatang, dan akan sangat lucu jika anda memarahinya seperti kepada sesama anda. Karna, anjing tidak sekolah, dan anda sekolah. Anda dididik lebih baik dari seekor anjing, kenapa jadi marahnya sama anjing? Marahlah sama diri anda sendiri kenapa anda tidak menjadi lebih baik dari anjing dan mencoba mencintai seekor binatang selayaknya seekor binatang!! Maksud saya lebih lanjut lagi: ANDA DIBERIKAN OTAK untuk berfikir dan RASA untuk setidaknya meraba2 mana yang baik untuk dilakukan!!

Buktinya ketika saya datang dan mengajak bento dengan lembut untuk turun dan keluar dari kamar, dia mau menurut.

Ooooohhhh saya marah sekali…dan ini bukan pertama kalinya. Semoga secepatnya dibentuk KOMNAS Perlidungan Binatang. Saya ingin menghukum orang2 yg hanya karna masalah sepele dengan seenaknya memukul anjing.

Untuk saat ini saya hanya akan terus mengajarkan bento satu hal:
“Tunjukkan kebinatanganmu, biar mereka sadar bahwa mereka manusia dan kamu binatang!!”

20130305-002725.jpg

Man or boy??

Mengawali bulan maret ini dengan cerita tentang seorang lelaki yang meminta saya memanggilnya sebagai boyfriend. Sampai semalam saya masih merasa tidak nyaman dengan tingkah lakunya; asking for this, that, sex oriented. I just can’t stand it.

Tidak pernah mengerti diri saya juga sebenarnya, tapi sampai saat ini pun saya masih meyakini:

“I need a manfriend, not a boyfriend. Boys things is a real sucks. Besides, we know exactly the different between a man and a boy right?? (Exactly what you think… :p)”

Image

And damn yes, I’ll end all about this ‘boyfriend’ thing today, tonight for sure!!

>>010313<<

Let’s go to Monkey Forest!!!

Image

Sudah pernah ke Bali?? Monkey Forest di Ubud is highly recommended guys. Klo mau ngerasain wisata hutan yang penuh dengan monyet (selain Sangeh), disini tempatnya.

Awalnya saya ragu untuk masuk, takut monyet usil lah, takut kacamata saya dicuri lah (secara tanpa kacamata dunia saya gelap hehehehe, minus parah ini!!!)..tapiiii, ternyata tidak. Aman-aman saja walaupun sempat sih ngeliat ada juga yang diusilin, seperti bule cowok ganteng asal rusia yang celananya dipelorotin…hahahahhahaha aw..aw…aw…saya antara bingung harus nutup mata apa melototin yaaaaahhhh???

Hahahahahahaa, that’s just another story frens. Selebihnya sih niat saya mau mamerin foto-foto lucu yang saya shoot selama disana. Ok? Check this out!!!

Image

Saya disambut oleh gate keren ini…

Image

eh inget beli tiket ya guy, jangan asal masuk, dibopong kluar sama petugas ntar hehehehehe…

Dari gate saja sudah keliatan rimbunnya pepohonan besar, sejuk deh pokoknya…ImageImageImage

ssssttttt ada yang lagi mau tidur, jangan ribut yoooo… 🙂

Image

gak jauh dari situ eh ada yang ngelamun…kayaknya sih cuma sengaja pasang aksi gitu, soalnya semua pada foto ke monyet yang satu ini..liat deh gayanya yang dibawah ini…

Image

suguhan setelah itu adalah atraksi monyet mandi di kolam kecil yang ada di hutan itu…

Image

Ga afdol ya rasanya klo monyet itu ga nyari kutu wkwkwkwkw…mari kita intip gaya para monyet…

ImageImageImage

Nah, dari kolam kecil itu saya dan adik memilih untuk belok kiri karna katanya ada pura di dalamnya…ga jauh, lagian enak kok jalan sambil ngirup udara disitu…

Image

Kejutannya bukan hanya pura Image

tapi juga patung-patung monyet ini yang bikin saya ketawa…sumpah lucu2 banget…

ImageImage

so funny…jadi saya sempatkan berfoto dengan salah satu patung, tapi bukan monyet hehehehehe..Image

Oh iya, di depan pura besar itu kamu bisa belok kanan, ada tangga turunnya…ikutin aja tangga itu, ada kejutan lagi lho…Ada musium lukisan dan patung…salah satunya patung kepala Mr. Bean ini (^.^)

Image

Sebenernya masih banyak foto-fotonya, tapiiiiiii bukan promosi namanya klo ga bikin penasaran, iya toooo? hahahhahahaha…

As i said before, recommended place to visit guys, Monkey Forest Ubud!!

See u in another time and another place… 🙂

welcome RHD, and don’t stay too long, will you? :)

Sudah tiga bulan lebih ini, saya didiagnosa dengan menderita gejala RHD (Rheumatic Heart Disease) atau Rematik Jantung. Wow…apa ini?? Itu pertanyaan awal yang muncul…

Saya beritahu sedikit beberapa hal yang mungkin anda rasakan, dan mungkin saja (pernah) anda remehkan…

Di suatu pagi, dua tahun yang lalu tepat sehari sebelum Paskah, saya terbangun dengan tubuh kaku, kaki dan tangan sulit digerakkan, pada saat itu saya merasakan kelumpuhan sesaat, bahkan untuk menggerakkan sendi-sendi sekitar tubuh sangat tidak mungkin. Kaget? Otomatis…Baru semalam saya masih sibuk bersama teman-teman untuk membuat malam perenungan paskah, masih bolak-balik, mengurus segala sesuatu untuk malam itu. Chikungunya atau demam tulang (bener ga ya istilah indonesianya?) menjadi tersangka penyebab kelumpuhan sesaat itu. Waktu itu seingat saya juga chikungunya lagi nge’trend’ 😉

Sakit yang lumayan menyiksa dan membutuhkan 3-4 hari untuk saya bisa menggerakkan kaki dan tangan saya secara normal. Tapi karena perlahan sakit itu berkurang dan menghilang, saya pun tenang-tenang saja. Sempat melakukan pemeriksaan darah, tp kemudian karena dokter mengatakan tidak ada yg aneh dan hanya memberikan obat untuk sendi maka saya pun merasa aman. Ok, the disease go on and i’ll go on with my life 😉

Lumayan lama untuk kemudian berada pada state saat ini. Dua tahun setelah gejala pertama, baru saya merasakan hal aneh lagi. Suatu pagi saya kembali terbangun dengan telapak tangan kiri kemerahan dan sakit yang luar biasa. Saat itu saya merasakan shock yg lebih luar biasa dari sakit ‘lumpuh’ itu. Saya tidak melebih-lebihkan untuk sakit yang kali ini…Biasanya bahkan sesakit apapun saya masih bisa menahannya. Tapi kali ini tidak! Sakit yg saya rasakan pagi itu mampu membuat saya menangis menahan sakit, membuat saya berteriak ketika nyeri itu muncul dan seperti semakin mengeras memeras telapak tangan saya. Hanya telapak tangan! Dan merah yang ditimbulkan itu seperti darah yang semuanya semuanya mengumpul didalam telapak tangan. So frustrating..
Dan berlangsung seminggu lebih…

Hingga akhirnya dengan berat hati saya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lengkap. Banyak alasan yang menyebabkan ke-‘beratan hati’ itu. Mengingat kondisi tubuh saya, sudah pasti saya (kemungkinan) akan punya banyak hal yg akan di’tuduh’kan pada saya. Kala itu yg menjadi ‘tersangka’ penyakit saya ini kemungkinan besar adalah kolesterol, diabetes, asam urat atau sesuatu yang mungkin menyangkut ke jantung. Saya lupa sama sekali dengan pengalaman kelumpuhan itu.

Lumayan berbesar hati (sebesar badan saya tentunya), saya pergi ke dokter melakukan pemeriksaan. Lengkap, saya tak perduli berapa uang yang saya keluarkan.

Hasil yang saya terima lumayan mengejutkan. Karena:
1. Kolesterol saya menurut dokter masih dalam tahap normal.
2. Gula darah san asam urat juga normal.
3. Hasil EKG jg tidak masalah.

Ok, so 3 hal yang paling saya takutkan sudah bs saya eliminate dari daftar tertuduh. Yang menjadi masalah ada pada hasil pemeriksaan darah:
Hb turun, hematokrit dibawah nilai seharusnya, begitu juga MCV dan MCH berada jauh dibawah nilai yg seharusnya. Sedangkan leukosit dan LED (tingkat kekentalan darah) saya malah meningkat melebihi yang seharusnya yang menurut dokter adalah tanda adanya infeksi didalam tubuh, dan masih harus dilakukan pemeriksaan lengkap. Dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk virus rematik (ASTO) dalam tubuh (baru saat itu saya tau bahwa ternyata rematik dan asam urat berbeda).
Hasil pemeriksaan ASTO ini yang kemudian membuktikan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh saya. Ya, Rematik Jantung.

Saya tidak tau sampai kapan, tapi percayalah saya bukan orang yang cepat berputus asa. Jika pengobatan 4 bulan ini belum mampu setidaknya mengurangi jumlah ASTO dalam tubuh saya, saya akan lanjutkan meski penisilin akan semakin memberatkan tubuh saya. Atau meski saya harus menghabiskan uang saya untuk ini, saya akan terus fight.

Saya membagi ini bukan untuk dikasihani, tapi Puji Tuhan semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk lebih care dengan hal2 yang terjadi pada tubuh kalian.
Puji Tuhan saya masih ber’pengharapan’.
Puji Tuhan saya diberikan kekuatan lebih untuk menghadapi ini.

Masa Lalu

Aside

“Masa lalu tidak akan membawa anda kemana-mana selain kepada kesenangan (atau bahkan kesedihan) di masa lalu. Dan itu akan tetap menjadi masa lalu, bukan saat ini ataupun esok. Mengingat masa lalu masih dibolehkan selama anda tidak terjebak didalamnya. Jika terjebak, hal terparah yg mungkin akan anda terima adalah kehilangan saat ini dan orang-orang didalamnya” >E.T<

Kata-kata diatas adalah hasil perenungan saya beberapa hari ini.

Lumayan tersentak, bahkan jujur hampir menangis, ketika mendengar sahabat saya menelpon dan berkata, “sel, papi selingkuh!” Perempuan ini sahabat dekat saya semenjak SMA, persahabatan yg bertahan hampir 15thn ini membuat kami seperti saudara. Sebenarnya bukan hanya kami, ada dua teman lainnya, yg sama dekatnya meski beberapa diantara kami sudah menikah. Dan lelaki yg dipanggilnya ‘Papi’ itu adalah suaminya. Lelaki ini, ya lelaki yg dipanggil Papi ini seingat saya lelaki yg baik, penyayang dan sangat saya hormati karena dia begitu sayang pada sahabat saya. Dia sudah seperti kakak laki-laki untuk saya.

Sesedih apa saya mendengar berita itu? *ga niat lebay tapiiiiii* saya sangat sangat sangat sedih, kesal dan sedikit shock. That’sjust not him!! ;(

Sahabat saya ini perempuan yg setia, bukan tipe yang ribet, cenderung pasrah tp yang saya tahu dia seorang yg selalu berfikir panjang jika ada dlm suatu masalah. Sekian tahun berpacaran dengan lelaki ini, tidak sedikit pun terlintas hal yg aneh dibenaknya, meski beberapa tahun dilewatkan dengan berpisah benua, BENUA ya *tolong dicatat* bukan pulau atau propinsi. She’s really commit to the relationship, that’s absolutely her type. Bahkan untuk sedikit keluar dan menghabiskan waktu dengan kami, para sahabatnya, dia akan meng-sms sang kekasih dan minta ijin. Jadi jika ingin mengajaknya setidaknya sudah diberitahukan sehari sebelumnya. dan jika tidak diijinkan, maka kami hanya akan duduk ngobrol didalam kamarnya atau diteras rumahnya. That’s a fact! So complicated for me, but yeah that’s her. Sedikit protes dari kami, tapi ya sudahlah, kami menghargai hubungannya dan kami menghormati pertemanan kami lebih dari yang kami bayangkan. Semua termaklumi dengan sendirinya 😉

Dan ini yang lebih mengejutkan, lebih aneh dan lebih tidak masuk akal, bahkan setelah dia mengetahui suaminya selingkuh, untuk sekedar curhat masalah perselingkuhan suaminya kepada kami, saya dan seorang sahabat lainnya, dia masih sempat-sempatnya minta ijin ke si suami. Damn, dia terlalu polos!! Dan orang sepolos itu adalah sahabat saya yg dipermainkan perasaannya oleh suaminya sendiri.

“Sudah diajak ngomong dan ditanya baik-baik?” // “Sudah, papi sudah ngaku!” // …diam… “Papi bilang aku boleh cerita sama kalian asal cerita juga sama masa lalunya dia…” // “What? Bullshit..alasan bodoh!!”

Hari itu saya sengaja menenggelamkan diri dalam kesibukan demi tidak mengingat setiap kata-kata yang terekam dalam otak saya selama percakapan di telepon itu. Saya mencoba tidak mengingat kepolosan sahabat saya ini, saya menahan diri untuk tidak menghubungi suaminya demi menghormati lingkaran rumah tangga mereka.

Hanya sedikit yg saya ingat tentang gadis yg meninggal ketika SMA karena tenggelam dan tidak sempat ditemani oleh pacarnya ketika menghembuskan nafas terakhirnya. Ini masa lalu sang lelaki yang dimaksud tadi.
Dan perempuan yang disukainya ( atau tepatnya diajak selingkuh) ini mukanya sangat mirip dengan gadis SMA yang meninggal itu.

SMA…dan sekarang masing-masing kami sudah hampir memasuki kepala tiga, dan lelaki ini juga sudah memutuskan untuk menikahi sahabat saya. Sahabat saya sudah berusaha semampunya untuk membantu lelaki ini melupakan gadis itu. Dan dia masih kembali ke ingatan tentang gadis itu setelah bertahun-tahun terentang dan terlewati?? Wow…

Saya marah, dan dengan senang hati menerima ajakan untuk saling bertemu karena sahabat saya merasa bahwa jika berbicara dengan kami mungkin suaminya akan lebih mengerti, betapa selama ini dia sudah melakukan semua sesuai permintaan sang lelaki, betapa begitu setia dia menunggu dan betapa sahabat saya begitu menghormati sang lelaki sejak saat pertama mereka memutuskan untuk bersama.. Kala itu, yang terlintas di pikiran saya ingin sekali menunjuk muka lelaki itu sambil bilang “cukup kali ini! dan jangan coba2 sakiti sahabat saya lagi!”..tp kemudian ada kata-kata yang lebih ampuh keluar dari otak saya (tanpa harus mengacungkan telunjuk saya ke depan hidungnya 😉 )…

Ya, kata-kata yang saya tulis sebagai prolog itu..Kata-kata ampuh hasil perenungan saya. Saya tidak mengatakannya dalam pertemuan itu, sebagai bukti bahwa saya bs meredam kemarahan saya, tp saya kirimkan ini dalam bentuk sms bersama doa untuk kelanggengan dan kesetian kepada sepasang sahabat saya ini 😉

20130222-185044