welcome RHD, and don’t stay too long, will you? :)

Sudah tiga bulan lebih ini, saya didiagnosa dengan menderita gejala RHD (Rheumatic Heart Disease) atau Rematik Jantung. Wow…apa ini?? Itu pertanyaan awal yang muncul…

Saya beritahu sedikit beberapa hal yang mungkin anda rasakan, dan mungkin saja (pernah) anda remehkan…

Di suatu pagi, dua tahun yang lalu tepat sehari sebelum Paskah, saya terbangun dengan tubuh kaku, kaki dan tangan sulit digerakkan, pada saat itu saya merasakan kelumpuhan sesaat, bahkan untuk menggerakkan sendi-sendi sekitar tubuh sangat tidak mungkin. Kaget? Otomatis…Baru semalam saya masih sibuk bersama teman-teman untuk membuat malam perenungan paskah, masih bolak-balik, mengurus segala sesuatu untuk malam itu. Chikungunya atau demam tulang (bener ga ya istilah indonesianya?) menjadi tersangka penyebab kelumpuhan sesaat itu. Waktu itu seingat saya juga chikungunya lagi nge’trend’ 😉

Sakit yang lumayan menyiksa dan membutuhkan 3-4 hari untuk saya bisa menggerakkan kaki dan tangan saya secara normal. Tapi karena perlahan sakit itu berkurang dan menghilang, saya pun tenang-tenang saja. Sempat melakukan pemeriksaan darah, tp kemudian karena dokter mengatakan tidak ada yg aneh dan hanya memberikan obat untuk sendi maka saya pun merasa aman. Ok, the disease go on and i’ll go on with my life 😉

Lumayan lama untuk kemudian berada pada state saat ini. Dua tahun setelah gejala pertama, baru saya merasakan hal aneh lagi. Suatu pagi saya kembali terbangun dengan telapak tangan kiri kemerahan dan sakit yang luar biasa. Saat itu saya merasakan shock yg lebih luar biasa dari sakit ‘lumpuh’ itu. Saya tidak melebih-lebihkan untuk sakit yang kali ini…Biasanya bahkan sesakit apapun saya masih bisa menahannya. Tapi kali ini tidak! Sakit yg saya rasakan pagi itu mampu membuat saya menangis menahan sakit, membuat saya berteriak ketika nyeri itu muncul dan seperti semakin mengeras memeras telapak tangan saya. Hanya telapak tangan! Dan merah yang ditimbulkan itu seperti darah yang semuanya semuanya mengumpul didalam telapak tangan. So frustrating..
Dan berlangsung seminggu lebih…

Hingga akhirnya dengan berat hati saya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lengkap. Banyak alasan yang menyebabkan ke-‘beratan hati’ itu. Mengingat kondisi tubuh saya, sudah pasti saya (kemungkinan) akan punya banyak hal yg akan di’tuduh’kan pada saya. Kala itu yg menjadi ‘tersangka’ penyakit saya ini kemungkinan besar adalah kolesterol, diabetes, asam urat atau sesuatu yang mungkin menyangkut ke jantung. Saya lupa sama sekali dengan pengalaman kelumpuhan itu.

Lumayan berbesar hati (sebesar badan saya tentunya), saya pergi ke dokter melakukan pemeriksaan. Lengkap, saya tak perduli berapa uang yang saya keluarkan.

Hasil yang saya terima lumayan mengejutkan. Karena:
1. Kolesterol saya menurut dokter masih dalam tahap normal.
2. Gula darah san asam urat juga normal.
3. Hasil EKG jg tidak masalah.

Ok, so 3 hal yang paling saya takutkan sudah bs saya eliminate dari daftar tertuduh. Yang menjadi masalah ada pada hasil pemeriksaan darah:
Hb turun, hematokrit dibawah nilai seharusnya, begitu juga MCV dan MCH berada jauh dibawah nilai yg seharusnya. Sedangkan leukosit dan LED (tingkat kekentalan darah) saya malah meningkat melebihi yang seharusnya yang menurut dokter adalah tanda adanya infeksi didalam tubuh, dan masih harus dilakukan pemeriksaan lengkap. Dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk virus rematik (ASTO) dalam tubuh (baru saat itu saya tau bahwa ternyata rematik dan asam urat berbeda).
Hasil pemeriksaan ASTO ini yang kemudian membuktikan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh saya. Ya, Rematik Jantung.

Saya tidak tau sampai kapan, tapi percayalah saya bukan orang yang cepat berputus asa. Jika pengobatan 4 bulan ini belum mampu setidaknya mengurangi jumlah ASTO dalam tubuh saya, saya akan lanjutkan meski penisilin akan semakin memberatkan tubuh saya. Atau meski saya harus menghabiskan uang saya untuk ini, saya akan terus fight.

Saya membagi ini bukan untuk dikasihani, tapi Puji Tuhan semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk lebih care dengan hal2 yang terjadi pada tubuh kalian.
Puji Tuhan saya masih ber’pengharapan’.
Puji Tuhan saya diberikan kekuatan lebih untuk menghadapi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s